Analisa Usaha Tanam Jagung Bisi 816/818 Model Tongkol

Usaha tanam jagung menjadi salah satu usaha dibidang pertanian yang memiliki potensi besar untuk memperoleh keuntungan tinggi. jagung saat ini menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diminati. Permintaan jagung di Indonesia sendiri sangatlah tinggi sehingga membuat harga jagung semakin naik dan relative stabil. 

Jagung sendiri memiliki kndungan gizi yang tinggi, Karena itulah mengapa jagung menjadi salah satu bahan makanan yang digemari. Bukan hanya untuk makanan manusia saja, jagung juga banyak diolah menjadi bahan makanan untuk hewan karena kandungan gizinya yang tinggi dan baik untuk memberi nutrisi pada hewan. 

Untuk saat ini di Indonesia ada jenis-jenis jagung yang biasa dikembangkan oleh para petani yaitu jagung jenis hibrida, komposit dan transgenik, untuk jenis jagung hibrida yaitu sering disebut sebagai keturunan pertama berasal dari persilangan dua tetua yg memiliki sifat yang lebih unggul, shull (1908) yaitu orang pertama kali yang menemukan bahwa hasil dari persilangan sendiri tanman jagung dan mengakibatkan trjadinya depresi inbreeding, dan persilangan dua tetua yg homozigot tersebut menghasilkan sebutan F1 yang sanngat vigor.

Sedangkan untuk jenis jagung komposit ini bisa juga disebut sebagai jagung lokal, merupakan jenis jagung yang dari dahulu ditanam oleh petani setempat dri hasil penyerbukan sendiri. Sementara untuk jenis jagung transgenik yaitu jenis jagung yang berasal dari hasil penyisipan gen seperti halnya jenis gen yang tahan penyakit, tahan hama, tahan obat kimia, dn lainya yang menjadikan jenis jagung ini disebut sebagai jagung super.

Penting untuk para petani ketahui bahwa sebelum memilih jenis bibit jagung mana yang ingin dibudidayakan menjadi usaha yang menguntungkan, sebaiknya ketahui dulu keunggulan dan kelemahan jenis jagung tersebut. Karena ini penting untuk mengetahui cara penanganan, perkiraan panen, dan harga penjualan yang dihasilkan nantinya. 

Salah satu jenis jagung yang umum ditanam dan tahan terhadap penyakit hama serta hasilnya melimpah yaitu jenis jagung hibrida, dan jagung Bisi 222, 816, dan 818. Jenis jagung ini cocok ditaman di daerah tropis serta memiliki daya tahan kuat terhadap serangan penyakit.

Untuk anda tertarik dan ingin mengembangkan usaha dibidang tanaman jagung, berikut ini pandbis kan uraikan analisa usaha budi daya jagung jenis Bisi18 beserta daftar modal tanam dan keuntungan jualnya.

Analisa usaja tanam jagung jenis bibit bisi 18 dan keuntungannya

Analisa Usaha Tanam Jagung Bisi 816, dan Bisi 818 dengan luas lahan 1 hektar (10.000 m²)

A. Kebutuhan modal awal tanam jagung

1. Bajak (Olah Lahan) = Rp. 600.000,-
2. Bibit = Rp. 840.000,- (12 kg) @ 70.000,-/kg
3. Pupuk  
  • Ponska = Rp. 1.250.000,- (500 kg) @ 2.500,-/kg
  • Urea = Rp. 1.000.000,- (500 kg) @ 2.000,-/kg

4. Obat = Rp. 240.000,- (4 btl) @ 60.000,-/botol
5. Tenaga Tanam = Rp. 960.000,- (16 org) @ 60.000/org
6. Tenaga Panen = Rp. 600.000,- (10 org) @ 60.000/org
7. Ongkos Bagor (angkut) = Rp. 2.100.000.- (140 bg/zak) @ 15.000/bagor
8. Biaya lain – Lain = Rp. 300.000,- (untuk air minum, camilan, dll.)

Jumlah Modal Awal = Rp. 7. 890.000,-  

B. Penjualan

Untuk harga jual jagung model tongkol ambil harga normal yaitu Rp. 2.000,-
Untuk jenis jagung Bisi 816/818 rata rata dalam 1 hektar saat panen mencapai 13 ton
Jadi harga jual per 1 ton jagung tongkol yaitu RP. 2.000.000,- 

Jika hasil panen anda mencapi 13 ton maka tinggal mengalikan saja;
13 X 2.000.000,-  = Rp. 26.000.000,- 

Jadi hasil penjualan kotor untuk lahan 1 hektar adalah = RP. 26.000.000,- (Dua puluha enam juta rupiah)

C. Keuntungan

Rumus penghitungannya jelas yaitu (B – A)
B : Hasil penjualan
A : Modal awal

Yaitu : Rp. 26.000.000,00 – Rp. 7.890.000,00 = Rp. 18.110.000,-

Jadi keuntungan bersih yang bisa anda dapatkan dari usaha tanam jagung model tongkol dengan lahan 1 hektar yaitu mencapai RP. 18.110.000,00 (Delapan belas juta seratus sepuluh ribu rupiah).

Bayangkan jika anda memiliki lahan 5 hektar, tinggal ngalikan saja 18.110.000,- x 5 = Rp. 90.550.000,- wow!.

*** Catatatan
  1. Untuk jenis jagung ini yaitu memiliki masa tanam sekitar 4 – 5 bulan (120 – 150 hari)
  2. Untuk modal dan penjualan mungkin bisa berubah menyesuaikan daerah dan kondisi lahan yang anda miliki. Namun mungkin tidak akan jauh dari analisa yang pandbis uraian kali ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel