Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Tips Menjadi Generasi Muda Yang Efektif dan Produktif

Tips menjadi generasi muda yang efektif dan produktif ini akan memberi kita semua pemahaman untuk menjadi manusia yang mampu berkarya dan berguna untuk orang banyak. Untuk menjadi generasi yang unggul dan berprestasi yang dibutuhkan adalah selalu semangat dan tidak cepat berpuas diri, serius dalam mengerjakan sesuatu dan tentunya dibarengi juga dengan sikap konsisten dan tekun dalam mengerjakan sesuatu. Dan semua  langkah memulainya akan kita kupas dalam tulisan kali ini.

Generasi muda adalah generasi emas/gold. Iya, ungkapan itu harus selalu menjadi penyemangat dalam diri pemuda. Dalam ungkapan lain juga dikatakan bahwa Negara sangat menggantungkan nasibnya pada generasi muda. “Nasib suatu bangsa di tentukan oleh pola pikir generasi mudanya”. Dengan ungmuncul semangat baru yaitu ‘Yang muda yang berkarya’. Sebenarnya apasih generasi muda yang berkarya itu?

image; generasi muda yang produktif dan efektif serta mampu berkarya

Generasi muda yang berkarya itu adalah generasi muda yang mampu menjadi tumpuan harapan bangsa di masa depan. Adapun ciri-ciri generasi muda yang berkarya bisa sahabat lihat dari poin-poin berikut ini.
  • Mempunyai jati diri/image/karakter positif
  • Mempunyai semangat juang tinggi dalam artian tahan banting dan tidak mudah putus asa.
  • Mempunyai gambaran yang jelas tentang masa depanya (berorientasi pada masa depan).
  • Optimis mengarungi kehidupan.
  • Yakin dapat mengatasi masalah yang dihadapi.
  • Penuh harapan dan yakin dapat meraih kehidupan yang lebih baik.
  • Mampu segera bangkit dari kegagalan dan tidak larut dalam duka berkepanjangan.
  • Menganggap bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin.
  • Penuh rasa percaya diri.
  • Mempunyai solidaritas dan kesetiakawanan social yang tinggi.
  • Mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi.
  • Mempunyai etos kebangsaan dan etos kerja yang baik dan tinggi.
  • Mempunyai kecintaan pada budaya /culture local tetapi mahir dalam technology terkini.
  • Mampu bersaing dengan generasi muda di Negara lain dengan berbagai keahlian/skill.
  • Mampu menjadi motivator bagi sesame generasi muda lainnya.
  • Mempunyai jiwa innovator, dinamisator, dan informan.
  • Mandiri.
  • Berpegang teguh pada nilai-nilai dan norma-norma universal yang berlaku di masyarakat.
  • Tidak berlebihan dan proporsional dalam menanggapi segala sesuatu.
  • Berpikir psitif.
  • Menerima segala kekurangan dirinya sebagai bagian dari manusia biasa yang tak lepas dari salah dan khilaf.
  • Menghargai dirinya sendiri dan juga orang di luar dirinya.
  • Mampu menerima kritikan sebagai bagian dari koreksi untuk kemajuan di masa depan.
  • Mudah memanfaatkan dan melupakan.
  • Fokus pada hal-hal yang nyata untuk dilakukan dan bukan meributkan hal-hal yang tidak bisa dilakukan.
  • Selalu mengevaluasi semua tindakan yang telah dilakukan.
  • Menghargai kelebihan dan kehebatan orang lain.
  • Mampu mengendalikan emosi.
Setelah sahabat mengetahui ciri-ciri generasi muda yang berkarya, tantangan dan strategi yang bisa dilakukan agar generasi muda bisa berkarya, kali ini saatnya kita pelajari dan ketahui bagaimana perwujudan dari generasi muda yang berkarya tersebut.

7 kebiasaan untuk menjadi manusia yang produktif dan efektif yang terdapat di buku Seven Habits of Highly Effective People karangan Steven Covey, kiranya bisa dijadikan sebagai kunci dalam mewujudkan generasi muda yang berkarya tersebut. Tujuh tips dan kebiasaan tersebut dapat di uraikan sebagai berikut.

1. Be Proactive-Menjadi Manusia Proaktif

Jadilah manusia yang proaktif; yaitu manusia yang mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati dan tanpa ada rasa terpaksa. 

2. Begin With The End In Mind – Mulailah segala sesuatu dari tujuan ahirnya

Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki visi. Visi inilah yang member gambaran dan arahan bagaimana tujuan ahir akan dicapai. Dengan adanya visi kita akan bersemangat, fokus sekaligus melakukan tindakan-tindakan bertahap yang diperlukan agar visi terwujud. Dengan memulai sesuatu dari tujuan ahirnya, maka kita akan terhindar dari menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang dalam jangka panjang atau bentuk ahir yang tidak bermanfaat.

3. Put Fist Things First – Dahulukan Yang Pertama

Dalam hidup selalu ada hal penting dan hal kurang penting atau bahkan tidak penting sama sekali. secara sederhana, kita bisa membagi aktivitas untuk menentukan mana yang penting mana yang tidak, mana yang urgent dan mendesak dan mana yang tidak. Sering kali orang tercampur dan tidak bisa membedakan antara sesuatu yang penting dan sesuatu yang mendesak. 

4. Think Win-Win – Berpikir Menang

Setiap orang punya kepentingan. Sering kali kita tidak sadar ingin menang sendiri. Kita ingin melakukan sesuatu yang menguntungkan diri kita namun merugikan orang lain. Atau kalupun tidak sampai merugikan orang lain, kita hanya memikirlkan kepentingan kita dan tidak peduli apakah hal-hal yang menjadi perhatian orang lain ikut dipertimbangkan atau tidak. Tindakan disini disebut Win-Lose. Satu pihak menang namun pihak lainya harus kalah.

Memang tidak mudah untuk membiasakan cara berfikir win-win. Ini menuntut sikap empati terhadap situasi yang dihadapi orang lain.

Berpikir win-win akan menjauhkan kamu dari cara bertindak egois yang hanya ingin kepentingan pribadi diutamakan.

5. Seek Fist To Understand, Then To Be Understood – Pahami Lebih Dulu Orang Lain, Agar Mereka Juga Bisa Memahami kamu

Orang bijak mengatakan, kita memiliki dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Keterampilan mendengarkan atau listening menjadi penting buat semua orang, terutama jika kamu seorang pemimpin. Mendengarkan yang sesungguhnya adalah kita menaruh perhatian atas apa yang disampaikan orang lain, berusaha memahaminya, dan berusaha melihat dari sudut pandangnya. Dengan demikian kita menjadi paham mengapa orang tersebut cenderung melakukan sesuatu dengan cara tertentu, atau mengapa dia lebih memilih melakukan sesuatu dan meninggalkan yang lainnya. 

Kebiasaan ini mengajarkan kepada kita untuk men-diaknosa permasalahan dengan baik sebelum member tindakan.

6. Sinergize – Melakukan Sinergi Dengan Orang Lain

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itu sebabnya kita akan selalu saling membutuhkan. Kekurangan kita ditutupi oleh kelebihan yang dimiliki orang lain dan sebaliknya apa yang menjadi kelebihan diri kita dapat dimanfaatkan untuk membantu orang lain. Inilah kerjasama harmonis di mana masing-masing pihak menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing dan memilih bersinergi, bukan berjalan sendiri-sendiri.

7. Sharpen the Saw – Pertajam Segala Macam Bentuk Penglihatan Diri

Ini dimaksudkan sebagai cara agar kamu melakukan tindakan yang dapat mempertajam segala macam bentuk sensor pribadi yang ada di dalam diri. Mulai dari dimensi fissik, mental, social, emosional, dan juga spiritual. Semua dimensi ini harus dijaga supaya seimbang. Tujuanya tentu saja agar peningkatan produksi bisa di sadari dan dijadikan sebagai kebiasaan yang tak lagi dilakukan secara paksa.

Itulah hal-hal penting yang bisa kita lakukan untuk menjadi pribadi yang unggul, menjadi generasi yang efektif dan produktif serta mampu berkarya dan berguna untuk keluarga, masyarakat, dan negara.