Budidaya Ikan Koi, Analisa Usaha Dan Peluang Bisnisnya

Ada banyak sekali peluang bisnis yang bisa sahabat jalankan dimasa sekarang ini, salah satunya yang memberikan peluang besar yaitu usaha di sektor budidaya ikan hias seperti ikan koi. Kebutuhan akan ikan hias di Indonesia cukuplah tinggi, seperti jenis ikan koi yang memang banyak digemari di Indonesia bahkan di luar negeri juga penggemarnya sangatlah banyak yang berimbas permintaan juga tinggi. Itulah mengapa budidaya ikan koi menjadi salah satu lahan bisnis potensial sekarang ini.

peluang bisnis ikan koi di indonesia

Buat sahabat pandbis yang mungkin berminat gak ada salahnya untuk mencoba usaha budi daya ikan koi. Ikan Koi yang bentuknya hampir mirip dengan jenis ikan emas ini memang memiliki warna dan bentuk yang cantik dan indah. Warna naturalnya enak dipandang dan gak bikin bosan, mungkin karena itulah banyak orang yang memelihara ikan koi ini untuk penghias rumahnya. Kebanyakan orang yang memelihara ikan koi berawal dari sebuah hobi dan untuk kesenangan. Namun sekarang ini bukan hanya sekedar itu karena ikan koi memiliki nilai bisnis yang menggiurkan. Sekarang ini untuk jenis ikan koi yang bagus harganya bisa mencapai jutaan dan bahkan mencapai milyaran rupiah.

Jepang boleh dibilang merupakan pusatnya ikan koi, orang jepang banyak menggunakan ikan koi sebagai penghias rumah. Sebenarnya ikan koi berasal dari Tiongkok dan lebih banyak tersebar di Jepang, namun, sekarang ini bukan hanya jepang saja yang membudidayakan ikan ini karena hampir semua Negara berlomba-lomba membudidayakan jenis ikan ini dan berusaha sebaik mungkin melakukan berbagai upaya agar koi yang dihasilkanya bermutu tinggi.

Kriteria ikan Koi yang bagus dan bermutu tinggi

Menurut penelitian standart internasional, Koi yang berkualitas tinggi harus memiliki beberapa kriteria, antara lain:
  1. Bentuk tubuh sempurna
  2. Berwarna cerah,
  3. Pola warna berbatas jelas,
  4. Ukuran tubuh proporsional.

Jenis-jenis ikan koi yang bagus di budidayakan

Jika beberapa kriteria itu terpenuhi, peforma koi dianggap sempurna. Imbasnya harga jual koi tersebut turut melambung, dari ratusan juta rupiah hingga milyaran rupiah.

Dari sekitar 50.000 ekor burayak, hanya 5% yang menjadi koi unggul. Bahkan beberapa penangkar melakukan penyeleksian yang sangat ketat, hingga ahirnya hanya didapat beberapa ekor tategoi (istilah untuk burayak koi) yang mempunyai masa depan cerah (future koi).

Kebanyakan para penangkar biasanya menyisihkan tategoi pillihan untuk dikoleksi atau diikutsertakan dalam kontes. Namun, ada juga yang sengaja menjualnya dengan patokan harga yang lebih tinggi ketimbang tategoi yang biasa. Kohaku, sanke, dan showa adalah jenis-jenis ikan koi yang paling sering diunggulkan dalam berbagai kontes. Jadi, tidak mengherankan jika seekor kohaku yang panjangnya hanya 18 cm bisa mencapai harga Rp. 10 – 20 juta rupiah per ekor. Bentuk tubuh dan pola warna menjadi pertimbangan utamapara pembeli ikan koi. Karena itulah harga tategoi sangat bervareasi, tergantung dari varietasnya.

Bisnis Koi di Indonesia

Di Indonesia jenis ikan koi sudah banyak dapat kita jumpai. Para penakar dan pebisnis ikan ini juga sudah banyak. Itulah yang membuat ikan ini semakin banyak diminati dan pecinta koi pun semakin banyak di tanah air. Maraknya bisnis ikan koi di dalam negeri tampak dari semakin banyaknya animo masyarakat yang menghadirkan kolam-kolam koi di pekarangan rumahnya. Kolam-kolam koi tersebut diharapkan membawa suasana yang asri di lingkungan rumah. Bahkan para eksekutif pun tak mau ketinggalan mengusung pesona Koi yang menawan sebagai aksen penghias rumah, sekaligus sebagai pelepas stress dan lelah.

Pengusaha budi daya ikan koi di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua kelompok.

1.    Kelompok nelayan

Kelompok ini pada umumnya bermodal lemah, pengetahuan dan informasi sangat terbatas, koi yang dihasilkan berkualitas rendah, jumlah yang dibudidayakan terbatas. Tujuan budidaya hanya sekedar menambah penghasilan keluarga.

2.    Kelompok pengusaha

Kelompok kedua ini yang bermodal kuat, tanggap terhadap perubahan situasi pasar, baik local maupaun internasional, ikan yang dihasilkan sesuai permintaan pasar, sarana yang dimiliki lebih maju dan berskala besar, sasaran produknya pasar internasional.

4 Jenis usaha budi daya ikan koi

Setidaknya ada 4 jenis usaha budi daya ikan koi yang juga penting untuk diketahui bagi peminat pemula dalam usaha ini. 

Usaha budidaya ikan koi dan analisa bisnisnya

Disini akan sedikit menjelaskan tentang berbagai bentuk usaha ikan koi yang bisa sahabat jalankan, mulai dari penangkap, pembenihan, dan sampai eksportir.

1. Kelompok usaha penangkap alam (Chatcher)

Yang termasuk kedalam kelompok usaha jenis ini pada umumnya adalah para petani yang melakukan kegiatan panengkapan langsung dari sungai, danau, rawa, pantai/laut. Hasil tangkapan dari kelompok ini disalurkan langsung ke penampung (raiser) atau eksportir.

2. Kelompok usaha pembenihan (Breeder)

Sedikitnya ada 3 kelompok yang termasuk pada usaha pembenihan (breeder), ini, antara lain:
  1. Kelompok petani nelayan
  2. Kelompok eksportir yang merangkap sebagai pembenih,
  3. Kelompok pengusaha yang menghususkan diri sebagai pembenih.
Hasil usaha mereka dapat langsung dijual kepada eksportir atau bisa juga langsung disalurkan kepada konsumen lokal.

3. Kelompok usaha pengumpul/penampung (Raiser)

Yang termasuk kedalam kelompok usaha pengumpul/penampung (raiser) ini adalah pengusaha. Disamping menerima hasil tangkapan alam, juga menampung hasil pembenihan yang dilakukan para petani.

Kegiatan yang dialkukan oleh kelompok usaha ini meliputi:
  • Pembesaran sesaat (kurang lebih 3 bulan),
  • Memperbaiki warna,
  • Menstabilkan bentuk tubuh,
  • Mengelompokkan jenis dan ukuran.
Biasanya hasil usaha kelompok ini disalurkan kepada eksportir atau langsung dipasarkan ke konsumen dalam negeri.

4. Eksportir

Yang termasuk kedalam kelompok usaha ini yaitu pengusaha yang mempunyai modal sedang dan kuat. Mereka menyalurkan hasil usahanya ke berbagai Negara. Kegiatan lain dari usaha kelompok ini biasanya ada yang melakukan pembenihan dan penampungan.

Dari beberapa fokus jenis usaha ikan koi tersebut, peranan mana yang dilakukan sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan pengetahuan dan modal yang ada.

Analisa Usaha Budi Daya Ikan Koi

Analisis bisnis usaha budi daya ikan koi ini akan menggambarkan besaran modal dan keuntungan yang akan didapatkan dalam usaha ikan koi. Jika di depan sobat sudah membaca seluk beluk dan potensi menggeluti usaha budi daya koi. Maka sudah seharusnya sobat juga membaca analisa usaha ikan koi dibawah ini.

Uraian perhitungan usaha budidaya ikan koi

Pembenihan dan pembesaran fingerling periode 3 bulan.

1. Investasi

a. Sarana

Kolam 3 unit (2 X 1 X 1)                    =   3.000.000,00

1 pasang induk (1 betina, 3 jantan)            =   5.000.000,00

1 unit pompa air                    =   650.000,00

1 set perikanan                        =   1.350.000,00

Total                            =   10.000.000,00


b. Modal Kerja

Pakan                             =   500.000,00

Obat-obatan                        =   300.000,00

Listrik 3 bulan                        =   600.000,00

Tenaga kerja (1 X 3 X 200.000)                =   600.000,00

Total                            =   2.000.000,00


c. Jumlah Investasi : 1a + 1b  = 10.000.000,00 + 2.000.000,00 = 12.000.000,00


2. Biaya Tetap

a. Penyusutan

Kolam 3/120 X 3.000.000                 =  750.000,00

Pompa air 3/60 X 650.000                =   32.500,00

Alat-alat perikanan 3/24  X  1.350.000            =   168.750,00

Total                            =   276.250

b. Biaya Bank
2.5 x 3 x 12.000.000,00                    =   900.000,00
c. Jumlah Biaya Tetap : (2b + 2a)                =   276.250,00 + 900.000,00 = 1.176.250,00

d. Total Biaya Produksi : (1b + 2c) = 2.000.000,00 + 1.176.250,00 = 3.176.250,00

e. Hasil Penjualan

•  Perkiraan hasil sekali bertelur sepasang induk = 10.000 ekor

•  Perkiraan hidup anak koi = 60/100 x 10.000 ekor = 6.000 ekor

• Kemungkinan hisup anak koi (burayak) sampai umur 3 bulan dengan survey rate (SR) 70%: = 70/100 x 6.000 ekor = 4.200 ekor

• Kualitas A 10%  = 420 ekor; harga per ekor @Rp.5.000
Total : 5.000 x 420     = Rp. 2.100.000

•  Kualitas B 30%         = 1260 ekor; harga per ekor @ Rp. 2000
Total : 2.000 x 1260,00     = Rp. 2.520.000,00

• Kualitas C 60%        = 2520 ekor; harga per ekor @ Rp. 500
Total : 500 x 2520     = Rp. 1.260.000,00

Total Hasil Penjualan    = Rp. 5.880.000,00

f. Keuntungan

Penerimaan (total hasil penjualan) – Total biaya produksi (2f-2d) ; 5.880.000 – 3.176.250     = 2.703.750

g. Cash Flow

Keuntungan + Biaya Penyusutan (2f+2a) = 2.703.750 + 276.250 = 2.980.000

h. Pay back period

Jumlah Investasi /keuntungan x 3 bulan (1c/1x3) = 12.000.000 / 2.703.750 x 3  =  13.31% atau 4 periode setahun

***Keterangan PENTING:
  • Susut kolam 10 tahun (120 bulan)
  • Penyusutan pompa air 5 tahun (60 bulan)
  • Penyusutan alat-alat perikanan 2 tahun (24 bulan)

Itulah sedikit analisis bisnis budi daya ikan koi yang secara singkat digambarkan dalam perhitungan diatas. semoga ini bisa membantu.

Apa yang pandbis uraikan disini terkait peluang bisnis, usaha budidaya ikan koi, dan analisa usahanya merupakan gambaran umum dengan perhitungan rasional. Dan mungkin kondisi geografis serta naik turunnya permintaan pasar berdampak pada tinggi rendahnya harga jual ikan koi. Semoga apa yang teruraikan kali ini memberikan manfaat untuk sahabat pandbis.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel