Belajar Tips Jadi Penulis Untuk Pemula

Banyak orang bilang bahwa menulis itu merupakan kegiatan yang mengasikkan dan bukanlah hal yang sulit, itu memang benar jika didasari dengan kemauan dan hobi. Dan kegiatan menulis akan terasa sulit dan menjenuhkan jika memang dasarnya kalian tidak menyukainya.

Menulis dalam arti yang sesungguhnya adalah menggoreskan alat tulis untuk menuliskan huruf dan angka. Menuliskan buah pikiran atau mengungkapkan perasaan adalah suatu keahlian (skill). Jadi pada prinsipnya setiap orang bisa melakukannya asalkan mau berlatih. Faktor bakat hanya menunjang 10-20 % saja dan selebihnya kerja keras dengan serius berlatih menulis serta di dukung banyak membaca buku dan bacaan lain yang memberikan pengetahuan untuk kalian.

Belajar menulis cepat untuk jadi penulis handal


Cara Menjadi Penulis

Cara untuk menjadi penulis modal utama yang di perlukan tidak sekedar pena, alat tik, komputer atau laptop. Tapi ada hal pertama dan utama yang harus di miliki terlebih dahulu adalah sebagai berikut;

  1. Penguasaan bahasa dan cara menulisnya. Yang di maksud dengan bahasa di sini adalah bahasa yang di pergunakan untuk menulis.
  2. Memiliki kosa kata yang memadai
  3. Memiliki wawasan dan pengetahuan dari objek yang di tulis.
  4. Kepekaan terhadap lingkungan sekitar untuk memahami segala yang ada.
  5. Adanya daya imajinasi untuk berkreasi (mencipta)
  6. Konsentrasi untuk menulis.
  7. Memang serius mau menulis
  8. Di siplin berlatih terus.
  9. Menyediakan Waktu Khusus Untuk Menulis

Kesembilan butir modal untuk menjadi menulis tersebut bagi anak-anak merupakan paket materi yang belum mereka miliki sepenuhnya, dan bahkan bagi orang dewasa pun demikian. Jadi siapapun bisa menjadi seorang penulis, kuncinya adalah punya kemauan dan mau belajar menulis. 

Kemampuan bahasa
Disini aspek yang memudahkan sahabat cepat bisa jadi penulis yaitu memiliki kemampuan bahasa yang baik. Hal ini menjadi faktor pendukung yang juga penting untuk dikuasasi penulis.

Untuk dapat menguasai suatu bahasa memang merupakan proses panjang dan harus aktif berinteraksi melalui ruang-ruang atau kesempatan yang antara lain sebagai berikut:

  1. Internal (penggunaan bahasa di lingkungan rumah)
  2. Eksternal (peggunaan bahasa di luar lingkungan rumah, melalui pergaulan atau sosialisai)
  3. Pendidikan formal (penggunaan bahasa di lingkungan sekolah)


Ketiga ruang penggunaan bahasa tersebut merupakan jalur komunikasi untuk:
  • Memperkaya kosa kata
  • Mengasah keterampilan berkomunikasi
  • Mengenali lingkungan alam sekitar dan masyarakat (baik secara individu maupun kelompok)
  • Mengasah EQ (Emotional Quotient) atau kepekaan emosi sebagai manusia.
  • Belajar berinteraksi untuk bisa berpikir logis dan kritis.

Oleh karena itu merupakan tindakan yang keliru jika ada orang yang menyepelekan eksistensi dan manfaat bahasa . Anggapan yang keliru itu membangun opini bahwa mereka yang mendapat tempat “di kelas bahasa” dianggap tidak sepandai mereka yang mendapat tempat di kelas ilmu pasti. Dampaknya, banyak orang tua yang merasa cemas, mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya yang tidak bisa menempuh pendidikan eksakta. Padahal untuk bisa menekuni eksakta seseorang harus lebih dahulu menguasai bahasa yang dijadikan media transformasi untuk memahami ilmu tersebut. Tanpa bahasa, sulit untuk memulai dan mengadakan sesuatu. Demikian pula dalam proses menulis yang tidak lain adalah mendokumentasikan bahasa lisan. Karena proses menulis memerlukan pemikiran dan didukung daya cipta maka bahasa tertulis lebih baik dibandingkan bahasa lisan. Jadi, jika anak-anak dibiasakan menulis sejak kecil, mereka akan mampu berbahasa lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan kegiatan menulis.

Mengajarkan bahasa untuk bicara (lisan) dan bahasa untuk menulis (tertulis) sangatlah berbeda. Bahasa lisan tidak perlu kebenaran ejaan (spelling), adanya tanda baca (punctuation mark) dann tata bahasa standar/baku (grammar). Sedangkan bahasa tertulis harus memenuhi kaidah tersebut. Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa mengajari anak menulis berarti juga mengajari mereka berbahasa dengan kaidah dan struktur yang benar. Dampaknya, secara perlahan, tetapi pasti, pengajaran ini membentuk anak mampu berpikir dan bertindak lebih terorganisasi dan efektif di bandingkan dengan teman-temannya yang tidak atau hanya sedikit di kenalkann pada hal tersebut.

Anak-anak juga orang dewasa, yang punya kemampuan berbahasa di atas standar, akan lebih mendapat tempat di masayarakat di bandingkan dengan mereka yang kurang mampu berbahasa.

Mereka cenderung komunikatif, yaitu apa yang mereka katakan bisa di pahami oleh lingkungannya. Olrh karena itu, membekali anak dengan melatih berbahasa yang baik sangat perlu, seperti halnya kita perlu memberii mereka makanan yang bergizi untuk petumbuhan dan perkembangan tubuhnya, serta mengajarkan agama dan etika untuk memperkukuh iman dan keteguhan moralnya.


Tips Menulis bagi pemula

Selain memiliki kemauan menulis akan terasa sangat mudah dan mengasikkan apabila dibarengi dengan hobi. Jadi jadikanlah menulis itu sebuah hobi. Menulis tidaklah harus menggunakan bahasa kontemporer dan banyak istilah-istilah asing di dalamnya. menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca akan lebih enak dan mengena.

Buatlah tema tulisan bebas sesuai dengan keahlian atau kesukaan. Ini juga akan membantu kalian memahami semua materiyang berkaitan dengan judul tulisan yang kalian buat. jadi, mau nulis apapun tidak ada larangan, kita bebas menuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran kita kedalam tulisan. Apapun yang ada dalam pikiran termasuk uneg-unegpribadi bias langsung kalian tulis dalam selembar kertas. Siapa tahu tulisan itu bias bermanfaat juga bagi orang laian. Dan sebaiknya tulisan tetap berada dalam koridor norma-norma yang ada.

Selain melatih kekuatan berpikir kita (intelegensia), menulis juga bisa membuat kita memiliki kepuasan tersendiri. Contohnya menulis di dalam blog, surat kabar, majalah dan lainya. Kita akan merasa bangga melihat tulisan kita dibaca oleh orang banyak.

Intinya dalam menulis jangan ada rasa takut tulisan kita tidak bagus dan tidak menarik. Tidak ada karya yang jelek, semua hasilkarya termasuk tulisan pasti akan memberikan manfaat. Sepeti saya ini yang masih belajar menulis, apapun bentuk tulisan di blog ini saya tetap bangga karena ini merupakan hasil karya yang patut untuk dibanggakan, walau kenyataanya masih banyak kekuarangan. Pokoknya tulislah apapun yang kalian bisa dan percaya diri dengan tulisan kalian.

Sebagai pemula, buatlah tulisan dengan tema bahasan yang ringan dulu, buat tulisan 3 – 4 paragraf dulu dengan paragraph pemuka, isi, dan penutup.

Latih terus kemampuan menulis kalian. Dengan terus mengasah kemampuan menulis, lama kelamaan akan dapat menghasilkan tulisan yang berkualitas serta bermanfaat bagi banyak orang.

Beberapa media yang relevan dan bisa sahabat jadikan sebagai latihan menulis seperti misalnya Majalah Dinding, Blog Pribadi, kirim surat pembaca ke Koran atau majalah lainya. Terkait hal tersebut, dan sebagai bahan tambahan dalam hal penguasaan teknik menulis sahabat dapat mebaca artikel pandbis yang sebelumnya sudah terposting yaitu tentang 9 tips mudah menulis artikel secara cepat untuk di publikasikan di media online seperti blog, website portal berita, dan lainya.

Itulah beberapa tips tentang cara menjadi penulis khusus untuk pemula yang secara singkat dan padat pandbis bagikan dihalaman ini. dengan apa yang pandbis share kali ini semoga kalian para sahabat yang bercita-cita ingin jadi penulis baik itu menulis di blog pribadi, di media online atau membuat buku, setelah membaca artikel ini bisa mendapatkan inspirasi dan tips yang bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel