Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Mengurangi Sifat Egois Dan Melatih Kesabaran Dalam Diri

Sifat egois di suatu kondisi terkadang memang diperlukan, namun memang penempatannya haruslah pada situasi dan momen yang tepat sehingga tidk menimbulkan kerugian dan juga dapat penilaian buruk dari orang lain. 

Sifat egois memang masihlah tergolong wajar dan setiap orang pasti memilikinya, namun yang tidak baik adalah sifat egoisme karena kedua kata ini walau dasarnya sama namun memiliki makna yang berbeda.

Tips mudah cara mengurangi sifat egois dalam diri

Kita sering mencela orang lain dengan perkataan “ kamu itu egois”, “dasar manusia egois” dsb. Tahukah kalian apa itu sebenarnya sifat egois?. Egois berasal dari kata “ego” yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang negative. Ego dapat memiliki makna sebagai “aku”; sebuah pribadi, diri sendiri, sebuah konsep individu tentang dirinya sendiri. Tidak ada yang negative dari kata ini. ego justru merupakan suatu langkah kebaikan dimana seorang individu sadar akan dirinya sendiri. Namun, ketika kata “ego” diberi akhiran –is dan menjadi “egois”, artinya menjadi individu yang mementingkan diri sendiri.

Penelitian menunjukkan bahwa seorang yang pandai dan berkuasa cenderung memiliki sifat egois, karena memang jalan pikiran idalah yang dirasa benar. Ini kaitanya dengan pola pikir. Sebenarnya, sikap egois itu tidak selalu menjurus kea rah yang negative, namun disaat sifat egois atau sifat ke “aku”an ini sangat besar, timbullah masalah-masalah.

Pribadi egois adalah pribadi yang melihat segala sesuatu dari kacamatanya. Ia tidak bisa memahami pikiran orang, perasaan orang dan selalu menuntut orang untuk mengikuti pendapatnya. Pribadi egois juga pribadi yang mementingkan dirinya sendiri, dia tidak bisa mempertimbangkan kebutuan orang, senantiasa mengedepankan kebutuhanya diatas kebutuhan orang lain.

Jadi pribadi yang egois adalah pribadi yang susah sekali untuk tulus, sebab ujung-ujungnya untuk kepentinganya sendiri. Sebaiknya kita harus mengurangi sifat egois yang ada dalam diri kita.

Bagaimana cara untuk mengurangi sifat egois? 

Nah, berikut ini pandbis.com bagikan tips bagaimana cara mengurangi sifat egois dalam diri kita agar tidak merugikan dan diniali buruk oleh orng lain.
  1. Selalu berpikiran baik kepada orang lain, jangan biarkan pikiran negative masuk ke pikiranmu.
  2. Jangan suka membanding-bandingkan diri kamu dengan orang lain.
  3. Kembangkan sikap empati kamu terhadap orang lain.
  4. Kembangkan sikap untuk menghargai dan melakukan kepentingan orang lain.
  5. Cobalah untuk lebih ramah terhadap semua orang. Senyum ya!
Salah satu cara lain untuk menguransi sifat egoisme adalah dengan melatih diri untuk lebih bersabar dan menghargai serta mencoba ngertiin orang lain. 

Melatih Dan Menanamkan Kesabaran Dalam Diri

Hal yang sering membuat kita kurang sabar, sering merasa jengkel, dan jenuh salah satunya yaitu ketika sedang menunggu sesuatu yang lama. Menunggu merupakan hal yang menjenuhkan, dalam hal ini sangat dibutuhkan sebuah kesabaran hati. Umumnya manusia cenderung tidak sabaran dan terkesan terburu-buru, ingin lebih cepat dalam melakukan sesuatu guna terpenuhi keinginanya. 

Di kehidupan ini harus disadari bahwa untuk mencapai seseuatu semua butuh proses dan tidak ada yang instant yang tiba-tiba datang begitu saja. Dan tentu saja untuk melalui proses itu dibutuhkan sebuah kesabaran dan ketelatenan dalam diri kita. 

Lalu bagaimana caranya agar bisa sabar? 

Sabar haruslah dilatih terus menerus agar nanti terbiasa, biasanya orang yang umurnya lebih tua dan mapan akan lebih bisa sabar dan nerimo daripad anak muda yang memang masih sangat labil dan meledak-ledak emosinya. Untuk itu berikut ini pandbis.com akan sedikit berikan tips bagaimana cara untuk melatih kesabaran diri sendiri sehingga nantinya sifat sabar akan bisa melekat dalam diri kalian.

Cara Melatih Kesabaran    

  1. Cobalah belajar menahan diri ketika keinginan kita tidak terkabulkan
  2. Belajar menunggu dengan melakukan kegiatan yang mengasikkan. Misalnya game wach. Mainkan jika kamu sedang menunggu.
  3. Membereskan sendiri setiap barang yang telah kamu buat berantakan. Kesabaran kamu untuk menyusunya kembali dan menempatkan di tempat semula, akan membantu kamu.
  4. Coba bermain dengan puzzle. Menyusun puzzle membuat kamu melatih kesabaran dan ketelitian. Menyusun puzzle dengan baik akan membuat kamu percaya diri akan kemampuan kamu.

Tips Belajar Bersabar

Belajar menunggu giliran bisa membantu kita berlatih kesabaran. Nah, cara lain untuk belajar bersabar yaitu:
  1. Belajar dari contoh. Perhatikan bagaimana sabarnya ibu kita mengurus semua keperluan keluarga dan rumah tangga. Beliau tidak pernah mengeluh dan selalu tabah. Walaupun sudah lelah, ibu kita selalu Nampak kuat.
  2. Pujian akan membuat kalian menjadi semangat. Coba beri pujian pada diri kalian sendiri atas keberhasilan menahan sabar. Dengan begitu kalian akan lebih sabar dan kuat.
  3. Belajar bersabar dari menunggu sesuatu. Hal ini akan membuat kalian terbiasa dengan kesabaran kecil. Kalian juga tentu akan siap berlatih dengan kesabaran besar.
  4. Gunakan timer atau stopwatch. Lakukan langkah-langkah berikut. Ambil alat perebus telur yang menggunakan timer. Atur waktu untuk 5 menit sambil katakana, “Aku akan perhatikan alat ini. kalau belnya berbunyi, Aku akan berhenti bekerja dan membaca buku cerita.”
  5. Biasakan belajar sabar secepat yang kalian bisa. Sekarang, tiga jam lagi, asal jangan besok. Semakin cepat kalian belajar, semakin cepat pula kalian menguasai kesabaran.

Nah buat sahabat pandbis semuanya, sabar adalah suatu sifat yang baik dan harus kalian miliki agar hidup kalian bisa nyaman, tentram dan terarah. Sabar butuh proses dan harus dilatih sejak dini, karena Tuhan sendiri sangat menyayangi hambanya yang selalu bisa bersikap sabar.