Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ANALISA USAHA PENGEMBANGBIAKAN TERNAK SAPI POTONG

Analisa usaha pengembangbiakan ternak sapi potong ini Pandbis.com bagikan untuk sahabat yang mungkin butuh referensi usaha didbidang peternakan sapi. Karena sebelum melangkah, penting sekali untuk mengetahui dulu besar peluang usaha tersebut dan bagaiman prospek kedepanya, menguntungkan tidaknya suatu usaha yang akan dikerjakan.

Salah satu aspek penting dalam mengembangkan Usaha Ternak Sapi Potong yaitu fakotr geografis. Umumnya usaha peternakn sapi cocok untuk daerah-daerah yang memiliki areal pertanian yang luas  dan terdapat hasil pertanian yang berlimpah dimana limbah-limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, termasuk ternak sapi potong. Dan juga daerah tersebut harus memiliki sumber daya alam yang cukup luas, akan lebih bagus lagi jika dsebagian besar penduduk bekerja sebagai petani. Hasil dari  limbah pertanian yang digunakan sebagai pakan ternak, dapat membantu petani dalam mendayagunakan limbah pengembangan agribisnis peternakan.

Untuk membuat analisa usaha maka perlu diketahui sebelumnya besaran anggaran yang dibutuhkan dan jenis usaha yang akan dilaksanakan. Kelompok ternak Sukses Makmur Sejahtera bersama SMD mengusulkan Anggaran biaya yang dibutuhkan untuk usaha kelompoknya dalam program ini sebesar Rp. 325.000.000.- (Tiga ratus dua puluh lima juta rupiah)

Analisa usaha dilakukan untuk mengetahui kelayakan suatu usaha, adapun alat analisa yang digunakan adalah :

  1. Perhitungan Laba – Rugi
  2. Rasio Return Cost Ratio (R / C Ratio)
  3. Benefit Cost Ratio (B / C)
Analisa usaha peternakan sapi potong

Hasil analisa akan diketahui apakah usaha “Perkembangbiakan Ternak Sapi Potong” Dapat memberikan keuntungan. Perhitungan ke tiga pendekatan analisis pada usaha Perkembangbiakan Ternak Sapi Potong tersebut adalah sebagai berikut :

Struktur Biaya dan Pendapatan Usaha Pengembangbiakan Ternak Sapi Potong selama 1 tahun ( satu periode).


NO. Uraian Satuan Kebutu-han Jum- lah Harga Satuan Waktu/Periode Jumlah Biaya
I INVESTASI
1.    Penyusutan Kandang Paket - - 5.000.000 - 5.000.000
2.    Induk Sapi Brahman Bunting Ekor - 10 11.300.000 1 113.000.000
3.    Induk Sapi Lokal Bunting Ekor - 30 8.100.000 1 243.000.000
II OPERASIONAL
1.    Pakan Hijauan Kg 35 40 100 360 50.400.000
2.    Konsentrat Kg 2 40 1.600 360 46.080.000
3.    Tenaga Kerja Paket 1 40 5.000 360 72.000.000
4.    Obat-obatan dan Vitamin Paket - 40 5.000 12 2.400.000
5.    Layanan IB Paket - 40 50.000 - 2.000.000
6.    Recording Indentifikasi Unit 1 40 10.000 - 400.000
III BIAYA LAIN-LAIN
1.    Administrasi dan ATK Paket - - 1.750.000 - 1.750.000
2.    Pelatihan dan Pelaporan Paket - - 1.000.000 - 1.000.000
3.    Biaya Tak Terduga Paket - - 5.000.000 - 5.000.000
IV.  TOTAL BIAYA = ( I + II + III ) 542.030.000
V PENDAPATAN / PENJUALAN
1.    Sapi Brahman Induk Bunting Ekor - 10 11.300.000 - 113.000.000
2.    Sapi Lokal Induk Bunting Ekor - 30 8.100.000 - 243.000.000
3.    Pedet Jantan Brahman 6 bln Ekor - 5 8.500.000 - 42.500.000
4.    Pedet Betina Brahman 6 bln Ekor - 5 7.500.000 - 37.500.000
5.    Pedet Jantan Lokal 6 bln Ekor - 15 7.500.000 - 112.500.000
6.    Pedet Betina Lokal 6 bln Ekor - 15 6.500.000 - 97.500.000
7.    Kompos Kg 12 40 100 360 17.280.000
TOTAL PENDAPATAN (V) 663.280.000

*** Catatan Penting..!

A.     Laba Usaha (Cash Flow)    = Total Penerimaan – Total Pengeluaran
                                                     = Rp. 663.280.000,-  –  Rp. 542.030.000,-
                                                     = Rp. 121.250.000,-

B.     Benefit Cost Ratio (B/C Ratio)  = Laba : Total Biaya
                                                            = Rp. 121.250.000,- : Rp. 542.030.000,-
                                                            = 0,18

Artinya bahwa :

  1. Setiap penambahan Rp. 1 dalam proses produksi akan diperoleh keuntungan Rp. 0,18.
  2. Program usaha ini layak dan menguntungan.


C.   Ratio Pendapatan Dan Biaya (R/C Ratio)
                                                                  = Total Penerimaan – Total Biaya
                                                                  = Rp. 663.280.000,-  – Rp. 542.030.000,-
                                                                  = 1,18

Artinya bahwa setiap penambahan biaya Rp. 1.000.000,-  akan diperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.180.000,- (Satu Juta Seratus Delapan Puluh Ribu Rupiah).

Analisa usaha ini kami ambil dari dokumen proposal yang dibuat oleh Kelompok Tani Peternak Sapi “Sukses Makmur Sejahtera” bersama SMD Desa Purwodadi Kec. Tiganderket Kab. Karo.

Perhitungan pada Analisa ini tidak menjamin sepenuhnya valid dan bukanlah nilai baku yang perlu jadi pegangan karena nilai harga modal/ivenstasi serta keuntungan sepenuhnya terpengrhui oleh wilyah dan tempat usaha, naik turunya hara beli dan jual, serta factor lainya.

Itulah analisa usaha pengembangbiakan ternak sapi potong yang kami sajikan sebagai referensi usaha serupa sekaligus sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk melangkah lebih lanjut.
Semoga analisa usaha ini dapat member gambran yang jelas untuk para sahabat Pandbis dalam bidang usaha ternak sapi potong.