Usaha Barang Bekas (Rongsokan) Sebagai Solusi Bisnis Mudah Namun Keuntunganya Tinggi

Barang Bekas (rongsokan) menjadi barang yang tidak berharga dan sering dibuang begitu saja karena dinggap sebagai sampah yang membuat terlihat kumuh dan berantakan.

Namun apakah kalian tahu bahwa barang-barang rongsokan seperti jenis platik, besi, kardus, kertas-kertas dan botol bekas minuman yang dianggap tak bernilai itu ternyata merupakan lahan usaha yang menguntungkan. Barang-barang bekas tersebut ternyata masih memiliki nilai jual, dan karena itulah barang bekas ini bisa dijadikan bisnis yang prospek dan tidak ada matinya.

Menjalankan bisnis barang bekas tidaklah sulit, karena siapapun bisa dan modalnya relatif terjangkau. Teknis simplenya di usaha rongsokan ini yaitu mencari, mengumpulkan, dan menjual. Namun dalam bisnis ini kalian dituntut memiliki mental yang kuat karena masih banyak masyarakat yang menganggap pekerjaan mencari rongsokan adalah pekerjaan rendahan.

Namun jika kalian memiliki modal dan berniat membuka usaha ini, kalian bisa menjadi penampung bukan mencarinya sendiri. Jadi sahabat dapat membeli barang-barang bekas dari para pencari rongsokan atau orang-orang dilingkungan sobat. Yang penting kalian perlu menyiapkan tempat penyimpanan barang rongsokan tersebut. Dan juga ambil beberapa orang untuk dipekerjakan memisahkan barang bekas tersebut sesuai dengan jenisnya. Misalnya kardus harus dijadikan satu di satu sudut, jenis besi juga dijadikan satu, jenis plastik, dan lainya juga sama.

Bisnis barang-barang-bekas kardus menguntungkan

Analisis Usaha Barang Bekas Rongsokan


Modal berupa aset tetap = Gudang tempat menyimpan barang rongsokan

Modal Beli;

Dalam analisis ini saya akan mensimulasikan satu jenis barang rongsokan saja, karena pada teorinya sama yaitu mencari/mebeli, kemudin menjualnya kembali untuk mendpatkan keuntungan.

Contoh:


Kardus bekas

Harga beli : Rp. 1000,00 / kg
Harga jual : Rp. 1,500 / kg
Modal beli 1 ton kardus = Rp. 1000,000,00

Jika harga jual per kilogram kardus = Rp. 1,500.00,- = 1.500.00 x 1000 kg = Rp. 1.500.000,-
Jadi untuk satu ton kardus klian dapat keuntungan kotor Rp. 500.000,- / ton
Jika 10 ton berarti 500.000,- x 10 = Rp. 5.000.000,-
Bayar tenaga 2 orang kemas-kemas 2 org.  = 1000.000,-
Biaya mobil angkut : 1.000.000

Jadi keuntungn bersih setiap 10 ton kardus bekas adalah Rp. 3.000.000,- (Tiga juta rupih)
Jika dalam 1 minggu anda bisa mengumpulkn 10 ton, maka keuntungn bersih 3 juta kalian dapatkan.

Jika dalam satu bulan berarti 3.000.000 x 4 = 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) kuntungan bersih akan kalian dapatkan. Itu hanya dari satu jenis barang bekas saja, bayangkan kalu barang lainya seperti besi, aluminium, plastik, dan lainya. Bisa-bisa keuntungan kalian empat kali lipat dari labaar bersih tersebut.

Selain menjanjikan keuntungn besar, bisnis barang bekas ini juga akan bertahan lama dan tidak ada matinya karena berputar terus. Dari barang bekas dikirim kepabrik untuk didaur ulang, kemudian jadi barang baru. Lalu jadi barang bekas lagi didur ulang lagi dan selalu begitu.

Sudah banyak contoh pengusaha barang bekas yang sukses dan mampu mempekerjakan ratusan pekerja setiap harinya.

Itulah sedikit penjelasan dan analis bisnis barang bekas rongsokan alat-alat rumh tangga, dan lainya. Mungkin analisa yang kami uraikan kurang begitu lengkap, namun intinya bisnis ini jelas memiliki prospek bagus dan menjanjikan keuntungan tinggi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel