Mau Investasi Dibidang Properti, 15 Tips ini Perlua Dipahami

Hallo sahabt pandbis, semoga kabar hari ini menyenangkan. Tips Berinvestasi dibidang properti ini mungkin akan dapat membantu sahabat memahami situasi yang perlu disiapkan atau antisipasi sebelum sahabat melangkah kedalam bisnis Properti.

Saat ini bidang properti menjadi salah satu lahan investasi yang menjanjikan. Banyak para investor yang melakukan investasi dibidang properti dan kebanyakan mereka sukses menjalaninya. Sebenarnya banyak sekali jenis investasi yang dapat sahabat jadikan pilihan, seperti yang banyak diminati yaitu investasi emas,  dan asuransi.

Bisnis property menjanjikan keuntungan tinggi dan jelas keuntungan besar ini jadi suatu yang menggiurkan buat para investor untuk melakukan investasi dibidang properti. Tetapi, sebagus apapun peluang dalam mendapatkan keuntungan dalam berinvestasi, pemahaman tentang jenis investasi yang sahabat pilih itu penting karena akan membuat asset sahabat aman dan menghasilkan. Maka sebelum melakukan investasi di bidang properti, sahabat harus mengerti dan menguasai benar tentang bidang investasi ini.

cara investasi properti

Tips Berinvestasi Properti 

  1. Sahabat harus jeli melihat waktu berinvestasi. Pilih waktu yang tepat untuk membeli properti, dengan prinsip membeli pada saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi.
  2. Ketahui dan cari informasi tentang seluk-beluk bidang investasi tersebut. Ini akan membantu sahabat dalam beinvestasi properti.
  3. Sahabat pilih lokasi yang tepat dan prima, seperti lokasi berada di pusat kota, pusat bisnis ataupun pertumbuhan ekonomi.
  4. Sahabat harus melihat lingkungan sekitar, cobalah bertanya pada penduduk setempat mengenai wilayah tersebut dalam sehari-harinya.
  5. Seorang Investor harus kreatif dalam menentukan sumber pembiayaan, apakah ingin kas atau kredit, dalam hal ini dibutuhkan perhitungan yang matang.
  6. Sahabat harus cermat dalam memilih jenis properti yang memiliki nilai investasi, biasanya kondominium menempati posisi paling atas dalam pengembalian investasi.
  7. Reputasi pengembang harus diperhatikan, pengembang menentukan kualitas dari bangunan properti kedepannya dan waktu penyelesaian yang sesuai dengan kontrak. Cari tahu informasi tentang pengembang tersebut untuk memastikan reputasi pengembang baik.
  8. Pengembang Yang Baik; Yang pertama harus Sahabat lakukan adalah mencari pengembang atau developer yang baik. Untuk mengetahui ini, Sahabat bisa melihatnya dari track-record yang mereka miliki. Beberapa point yang harus Sahabat perhitungkan ketika memilih pengembang adalah developer haru memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi, berpengalaman dengan proyek-proyek besar dan harus memiliki margin error yang sangat rendah.
  9. Melihat Sampel Rumah; Kebanyakan pengembang biasanya akan menawarkan paket rumah yang sudah dibangun dan belum dibangun. Nah, kalau Sahabat tertarik dengan rumah yang belum dibangun, sebaiknya Sahabat mencermati sampel atau minimalnya miniatur rumah dengan baik. Perlu Sahabat cermati juga, sebaiknya Sahabat memilih lokasi yang digemari oleh masyarakat sekitar. Hal tersebut karena bisa saja rumah tersebut Sahabat jual kembali dengan harga tinggi atau bisa juga disewakan kepada orang lain, sehingga Sahabat akan emndapatkan keuntungan lebih cepat dan tentu saja lebih besar.
  10. Investasi Padat Modal; Investasi properti bisa juga dikatakan sebagai investasi bersifat padat modal atau capital intensive. Hal tersebut karena semakin besar modal yang ditanamkan dalam properti yang Sahabat miliki, maka semakin besar pula hasil yang didapatkan investasi properti tersebut. tapi perlu dicatat, ini termasuk juga kepada biaya pembanguanan, perawatan dan tentu saja fasilitas lainnya yang ada dalam aset Sahabat.
  11. Keterjangkauan Investasi; Seperti kita ketahui, dalam bisnis properti, biasanya harga akan mencerminkan kondisi penawaran dan permintaan yang Sahabat. Harga properti juga akan ditetapkan berdasarkan sifat-sifat pasar lokal dan adanya trend yang akan sangat memengaruhi kepada permintaan dan juga penawaran harga dari properti itu sendiri. Dalam hal ini, Sahabat perlu mencermati kalau ada satu perbedaan signifikan antara menilai properti dan saham. Dimana pembelian properti ini biasanya akan melibatkan pihak ketiga, bisanya adalah Bank atau pihak lainnya yang akan mencover dulu biaya pembelian.
  12. Biaya Transaksi yang Tinggi; Untuk bisa berinvestasi dalam sektor properti, mau tidak mau Sahabat harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi jika dibanding dengan berinvestasi di sektor lain. Beberapa biaya yang harus Sahabat penuhi adalah pajak terkait properti dan lainnya. Selain itu, Sahabat juga harus memiliki modal yang tinggi, untuk mendapatkan properti dengan daya jual yang tinggi.
  13. Beban Perawatan; Sebagai investor, harusnya Sahabat sudah mengetahui kalau bisnis properti ini bukanlah bisnis gratsi dimana Sahabat tinggal membeli properti kemudian membiarkan properti tersebut berbuah seperti apa yang Sahabat inginkan. Makanya, untuk membuat aset Sahabat ini menghasilkan pendapatan yang tidak terhingga, Sahabat harus memastikan properti tersebut dalam keadaan baik-baik saja dan tidak terjadi kerusakan apapun. Selain itu, properti yang dibiarkan rusak akan membuat harga jual dari aset Sahabat menjadi turun, sehingga kemungkinan besar Sahabat akan merugi. Makanya, untuk menghindari itu semua, Sahabat juga harus menyediakan biaya perawatan supaya properti Sahabat dalam kondisi yang terawat sampai nanti benar-benar bisa dijual dan menghasilkan keuntungan yang besar untuk Sahabat.
  14. Terbatasnya Pengetahuan; Bisnis properti bisa disebut sebagai bisnis buta, karena mau tidak mau Sahabat akan memiliki pengetahuan yang terbatas yang disebabkan karena properti itu bersifat lokal. Tentu saja, harga sebuah rumah di satu tempat tidak akan sama seperti daerah lainnya. Hal inilah yang membuat Sahabat sebagai investor harus benar-benar jeli dan harus membuat survei terlebih dahulu terhadap lokasi properti yang Sahabat incar. Jangan sampai Sahabat membeli properti di daerah dengan harga lebih tinggi dari stsahabatr daerah tersebut.
  15. Penyusutan Bangunan; Mau tidak mau, investasi properti yang berbasis pada tanah dan bangunan ini akan mengalami penyusutan, walaupun dari tahun ke tahun harga jual ini akan meningkat. selain itu, Sahabat juga harus tahu kalau bangunan berupa rumah secara teoritis memiliki umur pakai maksimal, sehingga bangunan ini bisa saja menyusut. Celakanya, kalau rumah Sahabat tidak terjual dalam jangka waktu yang lama, maka bisa-bisa banguann rumah Sahabat akan hancur atau minimalnya membutuhkan perbaikan. Baik itu perbaikan untuk perawatan maupun perbaikan model atau desain yang tiap waktu selalu berubah-ubah.


Itulah 15 hal yang musti sahabat pahami untuk bekal sahabat dalam berinvestasi dibidang properti, dalam bisnis semua ada resikonya, namun ketika itu sudah diantisipasi maka resiko itu tidak akan menjadi masalah lagi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel