6 Prinsip Dasar Asuransi di Indonesia

Ada Prinsip-prinsip dasar asuransi yang menjadi patokan dasar dan harus dipenuhi oleh mereka baik perusahaan penanggung atau mereka yang sebagai tertanggung (nasabah) Asuransi resmi yang ada di Indonesia.

Asuransi merupakan salah satu bisnis dibidang jasa. Dalam operasinya bisnis ini digerakkan oleh sebuah Perusahaan Asuransi sebagai rumah besarnya.

Semua aturan dan ketentuan yang berlaku dalam asuransi diatur oleh Undang-Undang Asuransi No. 2 Tahun 1992 dan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), tentang asuransi atau pertanggungan seumurnya, pada Bab 9, Pasal 246.

prinsip-prinsip dasar asuransi

Setidaknya ada enam prinsip dasar Asuransi yang harus dipenuhi. Prinsip dasar itu meliputi:

6. Contribution 

Hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.

5. Subrogation 

Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.

4. Indemnity 

Suatu mekanisme di mana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).

3. Proximate cause 

Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.

2. Utmost good faith 

Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah: si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas objek atau kepentingan yang dipertanggungkan.

1. Insurable interest 

Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.

Itulah prinsip dasar asuransi yang harus dipenuhi dan dijalankan oleh perusahaan atau mereka yang berkecimpung dalam dunia Asuransi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel